Studi-banding-pengelolaan-hutan-Balai-Diklat-Pekanbaru

Gunung Walat, Sukabumi – Studi banding tentang pengelolaan hutan oleh pegawai Balai Diklat Kehutanan Pekanbaru Riau telah berlangsung dari tanggal 15-16 Juni 2011.

Staf pegawai yang ditunjuk untuk melakukan studi banding adalah Ericson Silalahi, S.Hut dan Djarot Suseno yang merupakan pegawai Balai Diklat Kehutanan Pekanbaru Riau Seksi Hutan Diklat Bukit Suligi yang terletak di Kabupaten Rokanhulu Riau. Dalam kunjungan ke Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) ini dimulai dengan diskusi dengan Direktur Eksekutif HPGW Ir. Budi Prihanto, MS dan Direktur Pemanfaatan Sumberdaya Hutan Dr. Gunawan Santosa.

Tujuan kunjungan ke HPGW yaitu studi banding tentang pengelolaan dan pengembangan hutan diklat

Saat ini Hutan Diklat Bukit Suligi keadaannya tidak terkelola dengan baik dan diusahakan untuk dicari formula yang tepat untuk memulihkan hutan salah satu caranya dengan mengadakan studi banding ke HPGW.

HPGW dijadikan contoh karena pengembangan dan pengelolaannya yang dianggap berhasil karena mampu mengubah lahan yang kosong menjadi hutan yang lebat sehingga dapat memberikan banyak manfaat.

“Hutannya bagus, pengembangan kedepan juga bagus, banyak program-programnya, fasilitas baik, hutan terjaga, dan pengembangan wisata yang prospeknya menjanjikan”, ujar Ericson.

“Nantinya ilmu yang didapat melalui studi banding ini di HPGW akan dicoba untuk diterapkan di Hutan Diklat Bukit Suligi sehingga Bukit Suligi bisa pulih”, imbuhnya.

Kegiatan yg dilakukan selama pelatihan diantaranya diskusi dengan direktur dan pihak manajemen HPGW, pengamatan langsung di lapangan tentang pengelolaan hasil hutan non kayu dimana ternyata tidak harus menebang pohon bisa memanfaatkan potensi hutan. Dalam hal ini adalah hasil hutan berupa getah yaitu getah agathis dan pinus yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sehingga secara tidak langsung masyarakat ikut menjaga kelestarian hutan.

“Metode-metode yang seperti ini yang mungkin nanti bisa diterapkan di Hutan Diklat Bukit Suligi sehingga ada hubungan yang menguntungkan antara masyarakat sekitar dan Hutan Diklat Bukit Suligi yang secara tidak langsung masyarakat juga kan ikut menjaga hutannya”, tambah Ericson.

Galeri Foto klik di sini

[hap]

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


8 + = 11