Gunung Walat, Sukabumi – Koordinasi dan konsultasi pengelolaan hutan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Makassar telah berlangsung tanggal 19-20 Oktober 2012 di Hutan Pendidikan Gunung Walat.

Koordinasi dan konsultasi dilaksanakan di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) ini karena HPGW dikenal dengan keberhasilannya mengelola hutan secara lestari sehingga dijadikan model pengelolaan hutan skala kecil. Hal inilah yang mendorong Balai Diklat Kehutanan Makassar mengirimkan 5 orang pegawainya untuk belajar pengelolaan hutan di HPGW.

Konsultasi dimulai dengan presentasi dan diskusi tentang HPGW oleh Direktur Eksekutif HPGW Ir. Budi Prihanto, MS yang didampingi juga oleh Dr. Gunawan Santosa, Dr. Cahyo Wibowo, dan Dr. Tatang Tiryana. Lokasi diskusi ini dilakukan di Kantor Pusat HPGW di Gedung Dekanat Fakultas Kehutanan IPB Darmaga Bogor.

Diskusi banyak membahas tentang masalah-masalah kehutanan yang terjadi di Makassar yang berkaitan dengan Balai Diklat Kehutanan Makassar. Hasil diskusi ini memunculkan ide-ide serta inovasi untuk mencoba mengurangi masalah yang terjadi di sana terutama kaitannya dengan masyarakat sekitar hutan.

Keberhasilan pengelolaan hutan di HPGW menjadikan inspirasi dalam mengelola hutan di kawasan lain, keberhasilan inilah yang dicoba diterapkan di Makassar dengan menambah metode yang sesuai dengan budaya dan kondisi di lapangan.

Setelah acara diskusi di Kampus IPB dilanjutkan peninjauan lokasi hutan HPGW secara langsung di Sukabumi Jawa Barat dan dilanjutkan juga diskusi sesi kedua.

Saat sesi kedua diskusi di HPGW Sukabumi didampingi oleh Direktur Pemanfaatan Sumberdaya Hutan Dr.Gunawan Santosa, Manajer HPGW Dizy Rizal, Aisten Manager Adly Rahardian, dan beberapa staf lapangan HPGW.

“Kami tertarik dengan sistem pengelolaan yg sudah tidak disubsidi oleh pemerintah, HPGW sudah mampu menghidupi diri sendiri. Pengamanan hutan yang juga dilakukan oleh masyarakat membuktikan bahwa masyarakat memiliki rasa ketergantungan yg tinggi akan hutan HPGW karena masyarakat di sekitar sini diberdayakan dengan adanya penyadapan getah”, kata Muhammad Rudianto, S.Hut Kepala Seksi Sarana Hutan Diklat, Balai Diklat Kehutanan Makassar yang memimpin rombongan ini.

Galeri Foto klik di sini

[hap]

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*